Inspirasi Dari Laskar Pelangi

Tulisan ini ku copas dari soft copy novel Laskar Pelangi.

Baca dengan penuh perasaan yah..hehehe

Tulisan ini juga udah sempat ku post, di friendster ku. add fs ku y, emailnya blolang.b@gmail.com.


------------------------------------------------------------------------------------------------
ORANG cerdas memahami konsekuensi setiap jawaban dan menemukan bahwa
di balik sebuah jawaban tersembunyi beberapa pertanyaan baru. Pertanyaan baru tersebut
memiliki pasangan sejumlah jawaban yang kembali akan membawa pertanyaan baru
dalam deretan eksponensial. Sehingga mereka yang benar-benar cerdas kebanyakan
rendah hati, sebab mereka gamang pada akibat dari sebuah jawaban. Konsekuensikonsekuensi

itu mereka temui dalam jalur-jalur seperti labirin, jalur yang jauh menjalarjalar,
jalur yang tak dikenal di lokus-lokus antah berantah, tiada berujung. Mereka
mengarungi jalur pemikiran ini, tersesat di jauh di dalamnya, sendirian.
Godaan-godaan besar bersemayam di dalam kepala orang-orang cerdas. Di
dalamnya gaduh karena penuh dengan skeptisisme. Selesai menyerahkan tugas kepada
dosen, mereka selalu merasa tidak puas, selalu merasa bisa berbuat lebih baik dari apa
yang telah mereka presentasikan. Bahkan ketika mendapat nilai A plus tertinggi, mereka
masih saja mengutuki dirinya sepanjang malam.
Orang cerdas berdiri di dalam gelap, sehingga mereka bisa melihat sesuatu yang
tak bisa dilihat orang lian. Mereka yang tak dipahami oleh lingkungannya, terperangkap
dalam kegelapan itu. Semakin cerdas, semakin terkucil, semakin aneh mereka. Kita
menyebut mereka: orang-orang yang sulit. Orang-orang sulit ini tak berteman, dan
mereka berteriak putus asa memohon pengertyian. Ditambah sedikit saja dengan sikap
introver, maka orang-orang cerdas semacam ini tak jarang berakhir di sebuah kamar
dengan perabot berwarna teduh dan musik klasik yang terdengar lamat-lamat, itulah
ruang terapi kejiwaan. Sebagian dari mereka amat menderita.

Sebaliknya, orang-orang yang tidak cerdas hidupnya lebih bahagia. Jiwanya sehat
walafiat. Isi kepalanya damai, tenteram, sekaligus sepi, karena tak ada apa-apa di situ,
kosong. Jika ada suara memasuki telinga mereka, maka suara itu akan terpantul-pantul
sendirian di dalam sebuah ruangan yang sempit, berdengung-dengung sebentar, lalu
segera keluar kembali melalui mulut mereka.
Jika menyerahkan tugas, mereka puas sekali karena telah berhasil memenuhi
batas akhir, dan ketika mendapat nilai C, mereka tak henti-hentinya bersyukur karena
telah lulus.
Mereka hidup di dalam terang. Sebuah senter menyiramkan sinar tepat di atas
kepala mereka dan pemikiran mereka hanya sampai pada batas lingkaran cahaya senter
itu. Di luar itu adalah gelap. Mereka selalu berbicara keras-keras karena takut akan
kegelapan yang mengepung mereka. Bagi sebagian orang, ketidaktahuan adalah berkah
yang tak terkira.
Aku pernah mengenal berbagai jenis orang cerdas. Ada orang genius yang jika
menerangkan sesuatu lebih bodoh dari orang yang paling bodoh. Semakin keras ia
berusaha menjelaskan, semakin bingung kita dibuatnya. Hal ini biasanya dilakukan oleh
mereka yang sangat cerdas. Ada pula yang kurang cerdas, bahkan bodoh sebenarnya, tapi
kalau bicara ia terlihat paling pintar. Ada orang yang memiliki kecerdasan sesaat,
kekuatan menghafal yang fotografis, namun tanpa kemampuan analisis. Ada juga yang
cerdas tapi berpura-pura bodoh, dan elbih banyak lagi yang bodoh tapi berpura-pura
cerdas.
----------------------------------------------------------------------------------------------

Jadi, termasuk ketegori manakah anda?

0 komentar: